SELURUH GURU DAN KARYAWAN SD MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA MENGUCAPKAN :

 

PELEPASAN SISWA KELAS VI

Setelah melewati perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya seluruh siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 2 Surabaya dapat bersukacita dan mengucap syukur Alhamdulillah atas kelulusan seluruh siswa kelas 6 tahun pelajaran 2013/2014 yang telah diumumkan hari Sabtu, 20  Juni 2014.  Para orang tua dan guru-guru dapat bernafas lega dan bersyukur karena putra putri mereka dapat lulus dan melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

Sekolah mengadakan acara Wisuda kelas 6 dan Pentas Seni serta dilanjutkan dengan penerimaan raport pada hari Senin, 23 Juni 2014 di Multifunction Room BG Junction ”. Acara berlangsung sukses dan meriah, sekaligus haru para siswa dan guru yang akan berpisah setelah kebersamaan selama 6 tahun di SD Muhmammadiyah 2 Surabaya. “ Selamat berjuang anak-anakku dan lanjutkanlah prestasi yang lebih baik di jenjang berikutnya. Amiin..

 

BIOGRAFI TOKOH-TOKOH MUHAMMADIYAH

Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan klik gambar di bawah ini

tokoh-muhammadiyah-249x130

MEMBANGUN KARAKTER PELAJAR

1.      Apa itu Karakter dan Pendidikan Karakter?

Para pegiat pendidikan karakter mencoba melukiskan pilar-pilar penting dalam pendidikan karakter dalam gambar berikut.

karakter pendidikan

Sumber: www.google.com

Dari gambar tersebut jelas bahwa pendidikan karakter meliputi 9 (sembilan) pilar yang saling kait-mengait, yaitu:

1.       responsibility (tanggung jawab);

2.      respect (rasa hormat);

3.      fairness (keadilan);

4.      courage (keberanian);

5.      honesty (kejujuran);

6.      citizenship (kewarganegaraan);

7.      self-discipline (disiplin diri);

8.     caring (peduli), dan

9.      perseverance (ketekunan).

Prof. Suyanto, PhD juga menyebutkan sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal manusia, yang kelihatan sedikit berbeda dengan sembilan pilar yang telah disebutkan di atas. Sembilan pilar karakter itu adalah:

1.       Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;

2.      Kemandirian dan tanggungjawab;

3.      Kejujuran/amanah,

4.      Hormat dan santun;

5.      Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama;

6.      Percaya diri dan pekerja keras;

7.      Kepemimpinan dan keadilan;

8.     Baik dan rendah hati, dan;

9.      Toleransi, kedamaian, dan kesatuan

ada sekolah yang memilih enam pilar yang akan menjadi penekanan dalam pelaksanaan pendidikannya, misalnya digambarkan sebagai berikut: Continue reading

KARAKTER BERDERMA

      SEDEKAH NDAK HRS KAYAKetika banyak ragam kehidupan yang cenderung konsumtif, dengan semakin membanjirnya berbagai produk dan jasa yang menggiurkan untuk dinikmati dan dibanggakan, meski bersusah payah untuk mendapatkannya tidak menjadi penghalang dalam pemenuhan  kepuasan, persoalan harga tidak jadi pertimbangan karena semakin tinggi harganya semakin menunjukkkan prestise seseorang. Pola hidup konsumtif semakin menggila merasuki pribadi-pribadi yang menjadikan Mall sebagai media “spiritualitasnya”, di situlah terjadi berbagai transaksi yang menggiurkan, lebih-lebih adanya special discon sehingga berjubelan anak manusia membuat antrian panjang, dan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan produk yang ditawarkan, tanpa mempertimbangkan resiko akibat massa yang berdesakan. Fasilitas pusat perbelanjaan, aneka kuliner, jasa kebugaran, pentas musik, dan berbagai symbol komsumtif lainnya bertaburan menawarkan produk unggulannya, seakan tersihir oleh mantra sehingga lupa akan jati dirinya, lebih-lebih didampingi para pelayan cantik dengan ramah dan senyum menggoda sehingga tak kuasa menebarkan berjuta-juta rupiah untuk mengikuti ritme ritual gaya hidup hedonisme.

      Sungguh berbahagia dan sangat luar biasa ketika hantaman badai konsumtif masih bisa menampilkan sosok manusia yang  tak tergoyahkan dan  masih konsisten menjaga karakter diri untuk senantiasa peduli dan berbagi atas nikmat yang telah diberikan sebagai wujud rasa syukur yang sebenarnya. Berbagai sihir dan mantra konsumtif tidak mampu merubah karakter berderma sebagai bentuk kemuliaan diri yang sejati. Kemampuan diri berkarakter penderma pada saat ini mulai kelihatan asing, hal ini bukan dikarenakan terbatasnya financial  tetapi lebih banyak dikarenakan oleh perubahan orientasi yang cenderung mengedepankan kepuasan diri sesaat, karena ketidakmampuannya dalam memaknai spiritualitas. Kesanggupan berdema tanpa diminta dan bukan untuk pamer terlahir dari kualitas diri yang tidak terbebani oleh berbagai rayuan produk konsumtif, bahkan dia mampu mengendalikan diri serta bisa membedakaan mana yang lebih bermakna bagi kehidupannya dan mana yang bisa mencelakakannya. Continue reading

Lokasi SD Muh. 2


Lihat SD MUHAMMADIYAH 2 PENELEH di peta yang lebih besar

Akses Sipinter



E-LIBRARY

PSB SD MuDa OnLiNe

Link Dinas

Link Pendidikan

Sekarang pukul

Hubungi kami