1.      Apa itu Karakter dan Pendidikan Karakter?

Para pegiat pendidikan karakter mencoba melukiskan pilar-pilar penting dalam pendidikan karakter dalam gambar berikut.

karakter pendidikan

Sumber: www.google.com

Dari gambar tersebut jelas bahwa pendidikan karakter meliputi 9 (sembilan) pilar yang saling kait-mengait, yaitu:

1.       responsibility (tanggung jawab);

2.      respect (rasa hormat);

3.      fairness (keadilan);

4.      courage (keberanian);

5.      honesty (kejujuran);

6.      citizenship (kewarganegaraan);

7.      self-discipline (disiplin diri);

8.     caring (peduli), dan

9.      perseverance (ketekunan).

Prof. Suyanto, PhD juga menyebutkan sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal manusia, yang kelihatan sedikit berbeda dengan sembilan pilar yang telah disebutkan di atas. Sembilan pilar karakter itu adalah:

1.       Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;

2.      Kemandirian dan tanggungjawab;

3.      Kejujuran/amanah,

4.      Hormat dan santun;

5.      Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama;

6.      Percaya diri dan pekerja keras;

7.      Kepemimpinan dan keadilan;

8.     Baik dan rendah hati, dan;

9.      Toleransi, kedamaian, dan kesatuan

ada sekolah yang memilih enam pilar yang akan menjadi penekanan dalam pelaksanaan pendidikannya, misalnya digambarkan sebagai berikut:

character

Sumber: http://www.fisdk12.net/ww/faculty/mrsgruener.html

Dalam gambar tersebut, SD Westwood menekankan pentingnya enam pilar karakter yang akan dikembangkan, yaitu:

1.     Trustworthiness (rasa percaya diri)

2.     Respect (rasa hormat)

3.     Responsibility (rasa tanggung jawab)

4.     Caring (rasa kepedulian)

5.     Citizenship (rasa kebangsaan)

6.     Fairness (rasa keadilan)

Itulah sebabnya, definisi pendidikan karakter pun akan berbeda dengan jumlah dan jenis pilar karakter mana yang akan lebing menjadi penekanan. Sebagai contoh, disebutkan bahwa “character education involves teaching children about basic human values including honesty, kindness, generosity, courage, freedom, equality, and respect” (http://www.ascd.org). Definisi pendidikan karakter inilebih menekankan pentingnya tujuh pilar karakter sebagai berikut:

1.     honesty (ketulusan, kejujuran)

2.     kindness (rasa sayang)

3.     generosity (kedermawanan)

4.     courage (keberanian)

5.     freedom (kebebasan)

6.     equality (persamaan), dan

7.     respect (hormat)

 

2.     Karakter Pelajar

2.1.         Aktif beribadah

2.2.         Disiplin tinggi

2.3.         Semangat belajar tinggi

2.4.         Mengerjakan tugas belajar

2.5.         Tabu untuk mencontek

2.6.         Mendukung ketertiban suasana belajar

2.7.         Sopan santun dalam pergaulan

2.8.         Menjaga persaudaraan menjauhi permusuhan

2.9.         Memiliki kepedulian tinggi

2.10.    Sadar untuk menjadi tauladan kebaikan

2.11.    Bersemangat untuk meraih prestasi dan kesuksesan

2.12.    Mandiri dalam melaksanakan berbagai tugas

2.13.    Jujur dan penuh tanggung jawab

2.14.    Bersemangat dalam melaksanakan tugas kepemimpinan

2.15.    Cerdas menghadapi berbagai tantangan

 

3.     Pentingnya Karakter diri

 

3.1.         Menguatkan aspek Kognitif (Aspek Intelektual: Pengetahuan, pengertian, keterampilan berfikir), Afektif (Aspek Perasaan dan emosi: Minat, Sikap, Apresiasi, Cara Penyesuaian diri) dan Psikomotor (Aspek Keterampilan motorik)

 

3.2.         Membangun kehidupan dan masa depan yang lebih baik

 

3.3.         Menguatkan berbagai kecerdasan yang dimiliki :

Menurut Howard Gardner ada 8 kecerdasan manusia :

 

1.Kecerdasan Linguistic Verbal: Kemampuan dalam berbahasa, membaca, menulis, mendengar dan berbicara

2.Kecerdasan Logical Matematic : Kemampuan berpikir dengan data-data, grafik dan berpikir strategis

3.     Kecerdasan Visual Spatial : Kemampuan presentasi, gambar, performance dan video

4.   Kecerdasan Musical Rhythmic : Kemampuan bersuara untuk bernyanyi, bermain music dan mendengarkan musik

5.     Kecerdasan Bodily Kinesthetic : Kemampuan bergerak, olahraga, tari, performence

6.Kecerdasan Interpersonal : Kemampuan dalam kehidupan social : Persahabatan, kerjasama, kerja secara kelompok

7.     Kecerdasan Intrapersonal : Kemampuan percaya diri, kemandirian

8.  Kecerdasan Naturalist : Kemampuan yang berhubungan dengan alam : Dunia hewan, tumbuhan, dll

 

 

4.     Kajian Al Qur’an dan Hadist, dan Nasehat Bijak

4.1.         Al An’am : 162

162.  Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

 4.2.         Al Qalam : 4

4.  Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

 4.3.         Asy Syam : 7 – 8

7.  Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

8.  Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

 4.4.       Dari Abdullah Ibn Amru: Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam yang mana yang terbaik ? Nabi menjawab: “ Memberikan makanan dan menyampaikan salam kepada siapa yang engkau kenal dan siapa (saja) yang tidak engkau kenal (HR. Muslim)

 4.5.       Sungguh menakjubkan, sesungguhnya semua urusan orang muslim itu penuh kebaikan, jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya, dan apabila ditimpa kesulitan ia pun bersabar, maka hal itupun menjadi kebaikan baginya (HR Buchori)

4.6.     Sabda Rasul : Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya

4.7.         Hasan Al Banna : Jadilah kamu seperti pohon yang berbuah, ketika manusia melemparinya dengan batu, sedang ia membalasnya dengan buah

4.8.         Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang paling takut pada perubahan (Magnon e Lauhlin)

4.9.         Rahasia untuk berjaya ialah menghormati orang lain

4.10.   Perankan diri secara maksimal untuk pencerahan, karena dari situlah terbentang harapan, jangan kebelakang tapi maju menuju kemenangan (Andi Hariyadi)

4.11.    Semiskin-miskin orang ialah orang yang kekurangan adab dan budi pekerti (Hukama)

4.12.    Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar, dia tidak malu daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya (Confucius)

4.13.    Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu, tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincoln