Persiapan-persiapan di rumah.

Ibu-Bapak/Wali siswa memperhatikan kesiapan anak-anaknya sebelum berangkat sekolah, seperti; buku-buku sesuai jadwal hari bersangkutan, peralatan tulis, pakaian seragam, bekal makan, kuku dan rambut. Orang tua/Wali memberikan motivasi belajar kepada siswa. Siswa dianjurkan sudah berwudhu di rumah.

Pukul 06.15 WIB

Ustadz/ustadzah sudah menyambut kedatangan para siswa yang diantar orang tua/walinya di pintu gerbang sekolah. Saling berjabat tangan dengan senyum, salam dari siswa dan sapaan personal dari guru. Siswa ditanya shalatnya, kesehatannya, diperiksa kukunya, pakaian seragamnya secara sekilas, dan berwudhu (Bila belum berwudhu diharuskan segera berwudhu di tempat yang disediakan di sekolah).

Pukul 06.30 WIB

Siswa yang terlambat ditangani oleh guru piket. Orangtua seyogyanya menyerahkan langsung kepada guru piket sambil menerangkan alasan keterlambatannya. Siswa menjelaskan alasan keterlambatan, meminta maaf, berjanji tidak mengulangi lagi. Memberi solusi agar besok tidak terlambat lagi.

Guru kelas menyiapkan barisan siswa di depan kelasnya masing-masing. Guru kelas memberikan motivasi kepada siswa untuk persiapan mental dan semangat belajar hari yang bersangkutan.

Kelas I s/d II menuju kelas, sedangkan kelas III s/d VI menuju musholla, untuk melakukan shalat dhuha. Selanjutnya dilakukan ngaji morning atau tahfidzul qur’an (5 ayat), sampai waktu yang ditentukan.

Pukul 07.00 WIB

Siswa mulai belajar pelajaran pertama sesuai dengan jadwal pelajaran hari yang bersangkutan. Ustadz/ustadzah memberikan pelajaran pertama, harus memulai pelajaran dengan do’a awal pelajaran, menuliskan Bismillahirrohmanirrohiim di papan tulis, mengabsensi siswa dan menulis di papan absen siswa yang tidak masuk hari itu.

Pukul 08.30 WIB

Istirahat bagi kelas I dan II. Ustadz/ustadzah mengarahkan siswa untuk istirahat dan menjaga kebersihan selama istirahat. Bagi kelas I dan II diberi kesempatan ke perpustakaan pada jam istirahat.

Pukul 09.00 WIB

Siswa kelas I dan II kembali belajar bersama Ustadz/ustadzah. Bisa di dalam kelas atau di luar kelas. Dengan metode contextual learning dan pendekatan yang disesuaikan kondisi anak. Anak melakukan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi dengan skenario yang telah disiapkan oleh guru.

Pukul 09.20 WIB

Istirahat bagi siswa kelas III s.d VI, Ustadz/ustadzah mengarahkan siswa untuk istirahat dan menjaga kebersihan selama istirahat. Bagi kelas III s.d VI diberi kesempatan ke perpustakaan pada jam istirahat

Pukul 09.45 WIB

Siswa kelas III s.d VI kembali belajar bersama guru. Bisa di dalam kelas atau di luar kelas. Dengan metode contextual learning dan pendekatan yang disesuaikan kondisi anak. Anak melakukan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi dengan skenario yang telah disiapkan oleh Ustadz/ustadzah.

Pukul 11.00 WIB

Sebelum pulang, Ustadz/ustadzah kelas I dan II memberikan kisah-kisah ringan pembangkit semangat, serta memotivasi untuk bertemu dan belajar kembali esok hari.

Ustadz/ustadzah menutup pelajaran dengan do’a kafarat majelis dan artinya, serta memberi motivasi kepada siswa untuk kembali ke sekolah esok hari

Saatnya orangtua/wali siswa kelas I dan II menjemput putra-putri tercinta pulang dan melanjutkan proses pembelajaran di rumah

Pukul 11.30 WIB

Istirahat untuk shalat berjama’ah Dhuhur bagi kelas III s.d. VI mempersiapkan diri untuk shalat dhuhur. Sehabis shalat dhuhur, siswa dibimbing untuk berdzikir dan berdo’a.

Pukul 12.00 WIB

Kelas atas melanjutkan pelajaran jam terakhir bersama Ustadz/ustadzah. Pelajaran pada jam ini diusahakan yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi, sehingga Ustadz/ustadzah bisa mengajak siswa belajar di luar kelas seperti perpustakaan ataupun lainnya, agar pembelajaran berlangsung menyenangkan dan efektif.

Pukul 13.10 WIB

Sebelum pulang Ustadz/ustadzah kelas memberikan kisah-kisah ringan pembangkit semangat, serta memotivasi untuk bertemu dan belajar kembali esok hari.

Ustadz/ustadzah menutup pelajaran dengan do’a kafarat majelis dan artinya, serta memberi motivasi kepada siswa untuk kembali ke sekolah esok hari

Saatnya orangtua/wali siswa kelas bawah menjemput putra-putri tercinta pulang dan melanjutkan proses pembelajaran di rumah.

Pukul 13.10 WIB – 14.10 WIB

Mengikuti ekstrakurikuler sesuai dengan pilihan siswa

Pukul 15.00 WIB – 17.00 WIB

Mengaji di TPA ‘Aisyiyah Bahagia bagi kelas I

Bagi kelas II s.d VI mengaji di Madrasah Diniyah Awaliyah ‘Aisyiyah

Sebagai upaya pendalaman agama di luar jam sekolah

Catatan:

Khusus hari Jum’at, pembelajaran kelas I dan II sampai jam 10:30 WIB dan kelas III s.d. VI sampai jam 12:30 WIB (atau setelah shalat jum’at)

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Di Sekolah Anak Shaleh

SD MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan yang bersifat pilihan namun wajib diikuti siswa-siswi SD Muhammadiyah 2, dengan minimal mengikuti 2 kegiatan (selain yang diwajibkan), diantaranya sebagai berikut :

1.    Tenis Meja

2.    Volley

3.    Footsal

4.    Ketrampilan Daur Ulang

5.    Tapak Suci (jam masuk intrakurikuler dan semua siswa wajib mengikuti)

6.    Melukis

7.    Samroh

8.    Hizbul Wathon

9.    Retorika (Pidato)

10. Seni Baca Al-Qur’an

11. Membuat kreasi Blog atau website

12. Seni Teater

Pelaksanaan ekstrakurikuler ini diadakan pada hari Senin sampai Sabtu, pukul 13.10 s.d 14.10 WIB, kecuali Volly dan Footsal diadakan pada pagi hari pukul 05.30 s.d. 06.30 WIB

MENGAPA SEKOLAH ANAK SHALEH ?

Keunggulan

Berikut ini terdapat sejumlah item ciri khas SD Muhammadiyah 2 Surabaya yang mungkin tidak kita temukan di sekolah dasar konvensional pada umumnya.

1. Pendidikan IESQ

Segala proses pendidikan dan pembelajaran selalu berusaha mengintegrasikan antara pendidikan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual sekaligus. Kesuksesan siswa di bidang akademik formal bukanlah satu-satunya tujuan yang ingin dicapai sekolah, akan tetapi juga menekankan perkembangan emosianal dan kepribadian siswa, serta menjadikan penanaman kesadaran spiritual mengenal Sang Khaliq sebagai hal yang utama.

2. Kurikulum Plus

Kurikulum yang disusun mengacu pada standar yang ditetapkan Depdiknas dan mengadaptasi esensi kurikulum standar Depag, serta mengintegrasikan muatan lokal yang berorentasi pada kebutuhan global. Seperti Bahasa Inggris Bahasa Arab diajarkan sejak kelas I.

3. Pembiasaan-pembiasaan

Menjadikan pembiasaan-pembiasaan sebagai metode pembelajaran strategis dalam rangka memantapkan pembentukan karakter dan kepribadian siswa yang berakhlakul karimah. Proses pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar di kelas, akan tetapi berlanjut pada proses pembiasaan dalam kegiatan rutin sehari-hari, seperti budaya antri, pembiasaan jama’ah, pembiasaan shadaqah, budaya bersih lingkungan, pembiasaan salam, adab makan, adab bergaul, dst.

4. Team Teaching & Rombongan Belajar yang Kecil

Sebagian besar kegiatan pembelajaran di kelas bawah (I dan II) dibimbing oleh Team Teaching (Guru lebih dari satu dalam satu ruang kelas), sehingga kebutuhan siswa akan bimbingan dan bantuan belajar dapat lebih terlayani. Terlebih lagi, dalam satu rombongan belajar terdiri atas maksimal 25 orang siswa, sehingga lebih mengintensifkan bimbingan, perhatian dan pendampingan terhadap siswa. Guru bisa lebih memperhatikan perkembangan siswa dari berbagai aspeknya, tidak hanya pada prestasi akademiknya saja, akan tetapi pada perkembangan kepribadian masing-masing individu siswa.

5. Mata Pelajaran Diajarkan oleh Guru Bidang Studi

Mata pelajaran diajarkan oleh Guru Bidang Studi yang memiliki kualifikasi akademik sesuai bidang studi yang diajar, utamanya mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Inggris, AL-ISLAM dan Bahasa Arab.

6. Pembelajaran Inovatif

Guru didorong dan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan pembelajaran inovatif dan kreatif, indoor dan outdoor bahkan outclass (kegiatan pembelajaran bebas di luar jam sekolah), dengan tetap mengacu pada standar kompetensi nasional, memperhatikan mutu akademik dan hasil belajar siswa.

7. Hubungan Keakraban antara Guru-Murid

Hubungan antara murid dan guru yang terjalin akrab dan egaliter tanpa mengesampinkan adab dan kesopanan. Guru dipandang sebagai teman dan pembimbing belajar siswa, bukan sebagai sosok yang disegani dalam arti ditakuti dan dihindari. Sehingga terjalin suasana kebersamaan dan keceriaan, serta keberanian siswa dalam berekspresi dan berkreasi dapat lebih dioptimalkan.

8. Tenaga Pendidik Muda dan Berkualifikasi

Para siswa diasuh oleh tenaga pendidik Sarjana lulusan S1  dan S2 kependidikan yang berusia relatif muda, penuh semangat dan daya kreativitas.

9. Full Musik

Selama di sekolah, siswa diperdengarkan alunan musik yang disesuaikan dengan kegiatan yang berlangsung, seperti instrumen musik klasik ketika pembelajaran berlangsung dan musik ceria dan bersyair yang edukatif ketika istirahat.

10. Pembelajaran dengan multimedia sesuai dengan PAKEM, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, bernuansa religious (keagamaan) yang berbasis life skill.

11. Pendidikan ke-Islaman meliputi :

a.    Aqidah, akhlaq, fiqih, KMD, al-Quran, hadits, dan Bahasa Arab

b.    Shalat Dhuhur berjama’ah, shalat dhuha dan ngaji morning

c.    Mabit (malam bimbingan iman dan taqwa) kajian islam dan shalat tahajjud.

VISI dan MISI SEKOLAH

VISI :

“Menjadi Mitra Terbaik bagi Masyarakat dalam Membentuk Anak-anak yang Saleh”.

Pernyataan anak saleh dalam visi tersebut memiliki kualifikasi sebagai berikut:

1. Anak yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kokoh terhadap Allah SWT.

(Hal ini penting, sebab bisa mengantisipasi adanya kekeringan spiritual akibat dari pengaruh modernisasi dan industrialisasi. Keimanan dan ketakwaan juga merupakan petunjuk sehingga orientasi hidup siswa menjadi jelas dan bermakna).

2. Anak yang memancarkan akhlak yang mulia.

(Akhlak yang mulia perlu dibina dan dikembangkan terus guna mengantisipasi adanya krisis moral akibat modernisasi dan industrialisasi yang cenderung menggiring manusia kearah kehidupan yang materialistic dan hedonistic).

3. Anak yang memiliki wawasan sains dan teknologi yang luas dan mendalam.

(Wawasan ini menjadi sangat penting sehingga seseorang tidak buta dan tertinggal terhadap kemajuan sains dan teknologi).

4. Anak yang memiliki prestasi dan skill yang dibutuhkan oleh masyarakat.

(Prestasi dan skill sangat penting sebagai bekal hidup siswa, guna mendapatkan pengakuan dan sekaligus penghargaan dari masyarakat. Prestasi dan skill juga merupakan akan membekali siswa untuk terjun di masyarakat. sehingga ada sesuatu yang bisa disumbangkan bagi masyarakatnya).

5. Anak yang memiliki kemandirian.

(Modernisasi dan industrialisasi menuntut adanya kemandirian. Seseorang tidak bisa lagi menggantungkan sesuatunya kepada orang lain. Pengakuan kepada seseorang tidak lagi didasarkan pada koncoisme dan kharismatisme, melainkan pada sejauh mana seseorang bisa memiliki kualitas-kualitas personal yang dibutuhkan masyarakat setempat).

6. Anak yang memiliki rasa kebangsaan yang utuh.

(Bangsa ini berdiri atas perjuangan dan pengorbanan yang tidak ternilai harganya. Dalam sejarahnya umat islam banyak yang berperan dan berjuang dalam mewujudkan bangsa ini. Oleh karena itu sudah seharusnya generasi muda islam berkewajiban membangun bangsa ini).

MISI

Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, ada beberapa misi yang menjadi komitmen SD Muhammadiyah 2, yaitu:

  1. Menggali dan mengamalkan nilai-nilai Islam di lingkungan Sekolah
  2. Mengembangkan semangat kebangsaan dengan cara memupuk dan menumbuhkan cinta dan bangga terhadap tanah air
  3. Membangun budaya ilmiah di lingkungan madrasah, khususnya budaya membaca, menulis dan berdiskusi
  4. Membudayakan keteladanan akhlak, ilmu pengetahuan, dan teknologi
  5. Membangun budaya berprestasi bagi seluruh elemen personalia sekolah
  6. Membangun budaya kemandirian dan demokrasi
  7. Mendorong siswa untuk memiliki skilll sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat modern

MOTTO

Berdasarkan visi dan misi diatas dapat dirumuskan moto sederhana, yaitu:

  • Beriman, berilmu pengetahuan, berakhlak, berkarya, berprestasi, dan berdikari

STRATEGI

  1. Menciptakan suasana yang islami di lingkungan madrasah
  2. Menerapkan manajemen yang demokratis dan berorientasi pada mutu
  3. Membentuk lembaga-lembaga guna mengefektifkan pencapaian tujuan
  4. Mengefektifkan Komite Sekolah
  5. Merumuskan kurikulum yang dinamis dan progresif yang didasarkan pada sinergi agama, ilmu, dan kebutuhan masyarakat
  6. Mewujudkan administrasi yang efektif dan efisien yang berprinsip pada pelayanan prima
  7. Membangun sarana prasarana pendidikan yang memadai
  8. Merekrut SDM yang profesional yang berkaitan dengan guru maupun pegawai
  9. Memberikan kesejahteraaan secara memadai kepada guru dan pegawai
  10. Menerapkan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik  (children centre)
  11. Merumuskan ciri keunggulan madrasah yang memiliki ciri khas
  12. Mewujudkan struktur organisasi yang dinamis
  13. Melakukan seleksi yang cermat dalam penerimaan siswa baru
  14. Menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar
  15. Membangun jaringan dengan pihak luar yang concern dengan pengembangan pendidikan
  16. Mengadakan pelatihan secara intensif pada semua elemen sekolah